Cipto Junaedy adalah praktisi, pembicara, dan penulis buku yang menjadi Mega Best Seller di Gramedia. Strategi yang diajarkannya menitikberatkan agar orang tidak mengandalkan utang dalam membeli properti. Hal ini mematahkan strategi yang diajarkan oleh Robert T Kiyosaki. Di bawah bimbingannya, banyak orang dengan berbagai latar belakang , baik tukang bakso, direktur, pengusaha beromzet milyaran rupiah, maupun ibu rumah tangga diubah, mencaplok properti, dan terbebas dari utang.

cipto junaedy

Sebelumnya, selama 14 tahun, Cipto Junaedy berpengalaman di posisi manajemen puncak, mengatur 14 perusahaan dalam group dengan total aset 180 juta dolar AS dan total penjualan 150 juta dolar AS per tahun di industri properti, manufaktur, perdagangan, maupun jasa. Masing – masing pada tiga group konglomerasi yang sudah public listed.

Dengan tingkat keluasan dan kedalaman seperti itu, dalam posisinya sebagai group finance director, ia berpengalaman tidak hanya mengatur hal yang sederhana, tetapi terutama hal yang kompleks. Ia memiliki kompetensi dalam strategi mengakuisisi properti dan perusahaan asing tanpa uang. Kompetensi ini terlihat dari portofolio pengalaman internasionalnya, di antaranya 29 kali terbang ke Jepang untuk bernegosiasi dalam mengakuisisi perusahaan joint venture dan propertinya.

Secara pribadi, penulis yang buku pertamanya telah cetak ulang lima kali hanya dalam delapan bulan ini juga berkecimpung dalam investasi tanah dan penjualan rumah sejak lebih dari 10 tahun yang lalu, dan saat ini memiliki perusahaan properti sendiri, yaitu The Apple Properti TM, yang merupakan spesialis produsen rumah baru dua lantai dengan model minimalis.

Selain mendalami bidang properti, ia juga mendalami bidang keuangan, bisnis, dan korporasi. Bersama Dahlan Iskan, ia pernah menjadi pembicara pada seminar tentang minyak duniadengan tema “How to prepare Your Company to Compete When Oil Price Reach US$ 100 per Barrel” dan seminar lain dengan tema “China Ren Min Bi and Its Effect to Business Competition”. Selain itu, ia juga memberikan seminar tentang Letter of Credit, seminar “Credit Bank and Business”, dan seminar “Bagaimana Memulai Bisnis Anda Sendiri”, serta seminar “7 Kiat Membuat Produk Anda Menjadi Populer”.

Cipto Junaedy juga menjadi pembicara dalam seminar terpopuler “Strategi Membeli Banyak Properti Tanpa Uang Tanpa KPR”. Seminar ini terbukti sangat diminati oleh masyarakat dan telah diikuti oleh puluhan ribu orang di Singapura, Jakarta, Makasar, Bandung, Medan, Surabaya, Banjarmasin, Palembang, Jogjakarta, Balikpapan, Semarang, Pekanbaru, Malang, Samarinda, dan Bali. Tidak hanya itu, di luar negeri pun, ia sudah beberapa kali mengadakan seminar properti, yaitu “Strategi Membeli Properti di Singapore Tanpa Uang”.

Di sambing berbisnis, widudawan terbaik dan peraih predikat cum laude dari Fakultas Ekonomi UBAYA ini juga aktif dalam kegiatan sosial. Ia menjadi pembina dan salah satu pendiri organisasi alumni Fakultas Ekonomi UBAYA yang disebut FENC (Faculty Economics Networking Community). Di sela – sela kesibukannya, ia juga aktif dalam kegiatan pelayanan kerohanian.

Pada Juni 2010, ia memberikan tali kasih berupa rumah dan uang senilai rumah untuk satu keluarga anggota Brimob korban penembakan di Aceh dan dua keluarga guru korban penembakan di Cirebon. Dengan ini, ia ingin memberikan tongkat estafet kebaikan kepada siapapun yang tergerak hatinya untuk membantu mereka yang membutuhkan. Hal ini sama ia sarankan kepada semua muridnya, dan juga sekarang sudah ada beberapa dari mereka yang juga ikut berbagi.

cipto junaedy

Di ranah publik, Cipto Junaedy tak habisnya menerima sejumlah penghargaan: Penulis National Mega Bestseller; Man of The Year 2011 dari Lembaga Peduli Pariwisata ((LEMPAR) dan Forum Wartawan Mahasiswa, 2011; rekor dunia sebagai Pelopor Strategi Tanpa Utang dari MURI, 2013; Pelayan Publik Terbaik dari Harian Rakyat jateng, 2015; Best Strategy Guru dari l\Lembaga Prestasi Indonesia – Dunia (LePrID), 2015; Indonesian Figure Achievement Award 2015 dari Forum Komunitas Wartawan Indonesia, 2015.

Meskipun ada sejumlah pihak yang telah dan berusaha melakukan tindakan plagiat terhadap buku dan seminar ciptaannya, dia tetap berkomitman untuk terus membagikan ilmunya agar bisa dipraktikkan oleh banyak orang, terlepas dari perasaan manusiawibahwa sebagai penulis dan pembicara, dia juga mengalami kepahitan hati akibat tindakan plagiat yang maih merajalela di Indonesia.

Cipto Junaedy telah berkeluarga,  dan memiliki tiga orang anak. Ia punya visi agar di usia muda setiap orang punya properti minimal sejumlah anak mereka, dan mengajarkan tanggung jawab keluarga.